//
Mudahnya Agama Islam, Indahnya Memeluknya

Tulisan ini sebenarnya sudah umum dibahas di setiap kajian Islam, namun tidak ada salahnya saya coba menuliskan kembali dengan tujuan secara pribadi kalau saya bermaksud membaca kembali akan cepat dengan mudah dan ingat pesan-pesannya dan semoga Allah semakin menguatkan iman saya.

Kali ini saya merangkum kajian Islam yang disampaikan oleh Ust. Abd. Rahman Dahlan yang disampaikan pula dalam kajian Ahad Al-Azhar serta khutbah Jum’at di Masjid Al-Musyawarah Kelapa Gading. Dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi bersabda yang artinya :

“Sesungguhnya agama Islam itu mudah, Tak seorangpun yang ingin berlebihan melaksanakan agama ini kecuali ia akan dikalahkan (kewalahan sendiri), maka berusahalah melaksanakan agama secara tepat, setidak-tidaknya mendekati ketepatan, dan bergembiralah (dengan pahala yang dijanjikan Allah), dan mintalah pertolongan Allah, baik pagi, petang maupun malam hari” (H.R. Bukhari).

Hadis di atas merupakan gambaran dari salah satu inti dari prinsip ajaran agama Islam. Bagian pertama dari sabda Nabi  saw tersebut menegaskan bahwa Islam adalah agama yang mudah. Penjelasan hadis ini sangat sejalan dengan beberapa ayat Al-Qur’an, antara lain firman Allah swt pada surat Al- Baqarah ayat 185, ketika Allah menjelaskan perintah  melaksanakan puasa Ramadhan.

Sebagaimana diketahui bahwa agama Islam bersumber dari wahyu Al-Qur’an dan Al-Hadis. Ajaran yang terdapat di da

lam keduanya bersifat sederhana, dalam arti, untuk memahami ajarannya tidak memerlukan pengetahuan yang tinggi dan rumit. Karena itu, masyarakat Arab yang menjadi objek dakwah Rasulullah saw ketika turunnya Al-Qur’an dapat memahaminya, meskipun mereka adalah masyarakat ummi (tidak memiliki tradisi baca-tulis). Kemudahan dalam agama Islam tidak hanya pada bagian-bagian tertentunya saja, tetapi pada semua bagiannya, baik dalam bidang aqidah (keyakinan dan kepercayaan), dalam bidang ibadah, syariah, muamalah maupun dalam bidang akhlak. Mari kita bahas satu persatu :

1. Kemudahan dalam aqidah

Kemudahan dalam bidang aqidah tercermin dari doktrin ajarannya yang bersifat logis, mudah diterima akal sehat, tidak aneh-aneh dan tidak membuat orang menjadi bingung. Di dalamnya tidak terdapat ajaran yang tidak masuk akal dan mustahil. Karena ajaran aqidah Islam disebut dengan ajaran fitrah (ajaran yang sejalan dengan kecenderungan manusia yang asli). Misalnya doktrin Allah itu Esa, tentang hari akhirat, surga, neraka dan lain-lain. Tentang keesaan Allah, disebut logis karena jika Tuhan lebih dari satu, misalnya ada tuhan baik dan tuhan jahat, maka tuhan-tuhan itu akan saling menunjukkan kekuasaannya, sehingga alam semesta yang amat teratur ini akan menjadi hancur karena pertarungan kekuasaan di antara mereka. Jika mereka berdamai, maka tentu keduanya tidak lagi maha kuasa, sedangkan yang seperti itu tidak pantas disebut sebagai tuhan.

Demikian juga tentang kepercayaan terhadap hari akhirat pasti tiba. Jika hari akhirat yang menjadi tempat keadilan dan pengadilan yang sesungguhnya untuk mendapatkan pembalasan kebaikan dan keburukan itu tidak ada, maka manusia tidak akan pernah mendapatkan keadilan, padahal logika kita mengatakan keadilan yang sesungguhnya mesti terwujud, sementara keadilan di dunia yang fana ini hanya bersifat semu belaka karena itu hari akhir pasti tiba. Demikianlah seterusnya dengan doktrin-doktrin Islam lainnya, semuanya bersifat logis dan mudah diterima akal sehat.

2. Kemudahan dalam Ibadah

Kemudahan ajaran Islam juga terdapat dalam semua bidang ibadah. Kewajiban berwudhu untuk melaksanakan sholat, misalnya, jika dalam keadaan musafir atau sedang tidak ada air, atau sedang sakit, atau air yang ada diperlukan untuk minum, maka kewajiban wudhu dapat diganti dengan tayammum. Demikian juga ketika orang sedang musafir, sholat yang empat rakaat dikurangi menjadi dua rakaat saja, dan waktu shlat zuhur dan ashar, atau maghrib dan isya juga dapat digabungkan (dijamak). Pelaksanaan sholat itu sendiri juga mudah. Orang yang sehat melaksanakan sholat dalam keadaan berdiri. Tetapi jika tidak mampu berdiri, boleh duduk, tidak mampu duduk boleh berbaring.

Begitu juga kewajiban puasa Ramadhan adalah mudah. Puasa disyariatkan hanya pada siang hari, tidak boleh dilaksanakan terus menerus setiap hari sepanjang tahun. Ketika orang sedang sakit atau musafir di bulan Ramadhan, maka kewajiban puasanya dapat diganti pada hari dan bulan yang lain. Sementara puasa itu sendiri melahirkan manfaat yang sangat besar bagi kesehatan fisik dan mental bagi yang melaksanakannya.

Sementara itu, melaksanakan ibadah haji dan membayar zakat hanya diwajibkan kepada mereka yang memiliki kemampuan untuk itu, sesuai dengan ukuran dan ketentuan yang telah ditetapkan. Kewajiban zakat itu sendiri adalah untuk kepentingan kita sesama manusia, dimana zakat yang dikeluarkan adalah untuk membantu orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan antara si kaya dan si miskin. Orang yang berzakat akan mendapatkan keberkahan dalam hidup dan hartanya. Fakta menunjukkan orang yang berzakat bukan semakin berkurang hartanya, tetapi malahan semakin bertambah. Dengan mengeluarkan zakat iapun merasakan kebahagiaan batin tersendiri, karena disamping melaksanakan kewajiban zakat yang dijanjikan akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah, sekaligus telah dapat membantu saudara-saudaranya yang membutuhkan.

3. Kemudahan dalam Muamalah

Dalam muamalah kemudahannya sangat menonjol dalam Islam. Kegiatan transaksi jual beli, hutang piutang dan lain-lain, disyaratkan mestilah berdasarkan kesepakatan dan keridhaan kedua belah pihak. Di dalam kegiatan transaksi tidak boleh ada paksaan, tipuan, unsur perjudian (untung-untungan yang tidak jelas) dan kezaliman terhadap salah satu pihak. Dengan demikian terbukti bahwa ajaran Islam adalah mudah.

Selanjutnya bagian kedua dari hadis di atas menjelaskan setiap orang yang ingin melaksanakan ajaran agama secara berlebihan, maka ia akan dikalahkan (kewalahan sendiri). Sabda Rasulullah saw ini mengingatkan kita agar jangan berlebihan (ekstrim) dalam melaksanakan ajaran Islam. Dengan kata lain, ajaran Islam yang pelaksanaannya telah dituntunkan oleh Nabi Muhammad saw sudah sangat cukup dan tepat, sehingga jangan melampaui apa yang dituntunkan beliau itu. Pedoman pelaksanaan agama yang beliau bawa itu adalah terbaik dan yang diridhai Allah, karena itu tidak boleh ditambah-tambahi lagi dengan sikap berlebih-lebihan. Rasulullah saw bersabda :

“Tidak tersisa sedikitpun (dari ajaran agama ini) yang akan mendekatkan orang ke surga dan menjauhkannya dari neraka,melainkan semuanya telah diterangkan untuk kamu” (H.R. Al-Thabrani)

Nah, ternyata mudahkan Islam itu dan sungguh luar biasa indah apabila kita semua pemeluknya melaksanakan agama ini sesuai dengan yang dituntunkan oleh Rasulullah saw. Peringatan, himbaun, ajakan, bahkan ancaman telah jelas tercantum dalam Al-Qur’an dan Al-Hadis untuk menuntuk kita semua ke jalan yang lurus dan berujung pada kebahagiaan yang hakiki. Now, it’s all depend on you and let’s say I Love Islam.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Calender

December 2016
M T W T F S S
« Sep    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

ID TWEET

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Pengarang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 4 other followers

%d bloggers like this: